Rabu, 14/04/2021 22:08 WIB

Peringatan Nuzulul Quran, PDIP Serukan Pesan Perdamaian Alquran

Dalam Alquran jihad selalu di jalan Allah, harus lurus, tujuannya harus benar lillahitaala. Bukan jihad untuk politik, kekuasaan, kepentingan atau ekonomi.

Izza Rohman dalam peringatan Nuzulul Quran di DPP PDIP

Jakarta, Jurnas.com - Kitab suci Alquran tidak mengajarkan konsep Jihad dalam konteks politik praktis. Alquran justru memberikan pesan bahwa umat muslim harus memprioritaskan perdamaian tinimbang peperangan dan konflik.

"Ayat-ayat yang berbicara tentang jihad di dalam Alquran juga tidak pernah menyebutkan membunuh di jalan Allah SWT," ujar Pakar Tafsir dari Universitas Prof Hamka Izza Rohman Nahrawi dalam diskusi Pesan Perdamaian Dalam Alquran yang digelar Bamusi di Kantor PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).


Izza Rohman mengatakan, banyak kalanganyang mengutip ayat Alquran dengan tujuan untuk memprovokasi umat Islam agar berperang. Sebab jika tidak mengutip ayat Alquran, maka umat muslim tidak akan terpengaruh untuk perang.

"Dalam Alquran jihad selalu di jalan Allah, harus lurus, tujuannya harus benar lillahitaala. Bukan jihad untuk politik, kekuasaan, kepentingan atau ekonomi," kata Izza Rohman.

Izza menegaskan, makna jihad dalam Alquran selalu ke arah yang positif. Dan apabila diterjemahkan ke dengan cara tidak benar, maka hal itu akan menyalahi konsep fisabilillah (berjuang di jalan Allah). Karena itu, semua pihak harus mempelajari Alquran secara holistik.

"Ada perintah berperang di jalan Allah tapi tidak ada membunuh di jalan Allah. Itu tidak ada dalam Alquran. Terbunuh di jalan Allah, ada," jelasnya.

"Perbedaan dan kemajemukan disikapi positif. Ayat-ayat Alquran tidak boleh dinegasikan," lanjut Izza.

Dia menambahkan, umat muslim juga harus membalas kekerasan dari pihak lain dengan kedamaian. Tidak boleh umat muslim membalas dengan kekerasan selama hal itu tidak melecehkan agama, bukan politik apalagi ekonomi.

"Harus aksi damai. Kalau ada yang memprovokasi dan kekerasan, jangan ikuti. Kalau bisa seolah-olah musuhmu jadi teman yang sangat dekat," jelasnya.

Izza juga menegaskan bahwa konflik bukan ajaran Islam. Islam justru menyarankan untuk setiap umat muslim yang terpecah agar islah atau rekonsiliasi. "Muslim kalau marahan saja tidak boleh lebih dari tiga hari," pungkas dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Agama dan Filsafat Iqbal Hasanuddin mengatakan, berbicara tentang jihad, banyak pihak memahaminya sebagai perintah untuk berperang. Namun terlebih dari itu, Iqbal mengingatkan ayat perdamaian lebih banyak dibanding soal perang ataupun jihad.

"Menurut saya pesan utama Alquran adalah perdamaian. Sementara ayat-ayat jihad tidak bisa ditafsirkan sebagai perintah perang, melainkan ajaran tentang merawat jiwa atau jihad an-nafsi," kata dia.

Ketua DPP PDIP Bidang Agama Hamka Haq memandang, untuk menghindari konflik saat ini, setiap pihak harus tabayun atau mengonfirmasi berita-berita tidak jelas asal muasalnya. Kemudian, tidak boleh setiap orang mengolok-olok individu atau kelompok lainnya. Hal itu, kata Hamka, bisa memicu konflik.

"Jauhilah persangkaan buruk. Hindari opini-opini yang membentuk kebenaran. Itulah sumber konflik sebenarnya," jelas dia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam Alquran, ada sebuah ayat Iqra yang menganjurkan umat Islam untuk membaca. Karena itu, Hasto meyakini membaca Alquran juga tidak hanya berbicara tentang teks, tetapi konteks di baliknya.

Hasto juga mengajak semua pihak untuk membaca suasana kebatinan rakyat saat ini. Seperti pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, yang mana tujuan berbangsa adalah persatuan dan perdamaian.

"Kita adalah bangsa religius di mana upaya kita menyembah Tuhan. Sepakat perbedaan itu adalah anugerah. Mari kita bersama-sama menjadikan keseluruhan keimanan kita masing-masing mewujudkan persaudaraan kita," pungkas politikus asal Yogyakarta ini.

Diskusi ini merupakan rangkaian dalam peringatan Nuzululquran yang diselenggarakan Bamusi PDIP. Dalam acara ini PDIP memberikan santunan dan buka puasa bersama dengan anak yatim piatu berserta warga sekitar. Acara buka puasa bersama itu digelar di masjid baru yang didirikan PDI Perjuangan di kantornya di Lenteng Agung.

TAGS : Nuzulul Quran Perdamaian Jihad Bamusi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :