Selasa, 24/11/2020 19:06 WIB

Lima Kriteria Ideal Panitia Seleksi Pimpinan KPK

Harus diakui bahwa peran pansel akan sangat menentukan wajah KPK untuk empat tahun k edepan.

Konferensi pers kinerja KPK oleh Indonesia Corruption Watch (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Masa kepemimpinan lima komisioner KPK akan segera berakhir. Menurut Pasal 34 UU No 30 tahun 2002 tentang KPK menyebutkan bahwa Pimpinan KPK menjabat selama empat tahun, maka pada tahun ini akan menjadi era akhir bagi mereka.

Sejalan dengan hal itu Presiden Joko Widodo pada Senin lalu juga telah menyatakan bahwa nama-nama yang akan menjadi panitia seleksi (pansel) komisioner KPK akan segera ditetapkan dalam waktu yang tidak lama lagi.

Merujuk pada tahun 2015 lalu Presiden memilih sembilan perempuan untuk menjadi pansel Pimpinan KPK yang pada akhirnya telah menghasilkan lima komisioner saat ini. Tanpa menafikkan kerja panjang sembilan srikandi yang lalu, namun harus diakui bahwa peran pansel akan sangat menentukan wajah KPK untuk empat tahun kedepan.

Menurut Peneliti Indonesia Corruption Watch Kurnia Ramadhana, fakta masih banyak catatan kritis yang harus ditujukan pada lima komisioner KPK saat ini. "Maka dari itu persoalan pembentukan pansel Pimpinan KPK harus diletakkan sebagai prioritas bagi Presiden," ujar Kurnia.

Setidaknya ada lima indikator yang seharusnya digunakan oleh Presiden sebelum memilih kandidat yang akan menjadi pansel Pimpinan KPK 2019-2023.

1. Integritas

Poin ini menjadi hal yang utama untuk dipertimbangkan dan dijadikan indikator bagi Presiden, karena bagaimanapun pansel kedepan tidak boleh diisi oleh pihak-pihak pelanggar hukum ataupun sebelumnya pernah tersandung persoalan etik.

2. Tidak memiliki konflik kepentingan dengan kerja-kerja KPK.

Pada isu ini sebenarnya juga sekaligus ingin menegaskan bahwa Presiden harus menjauhkan pihak-pihak yang berasal, pernah tergabung, ataupun terafiliasi dengan partai politik tertentu dari pansel Pimpinan KPK. Karena bagaimanapun akan mustahil penjaringan Pimpinan KPK kedepan akan objektif, jika komposisi pansel saja masih terdapat oknum dari wilayah politik.

Selain itu Presiden juga harus memastikan bahwa pihak-pihak yang tergabung dalam pansel dapat menjaga independensinya. Karena bagaimanapun sulit untuk menafikan bahwa pelaksanaan pencarian Pimpinan KPK kedepan akan rawan diintervensi berbagai pihak.

3. Berpengalaman dalam bidang anti korupsi.

Akan menjadi mustahil bagi pansel KPK kedepan memetakan serta menentukan Pimpinan KPK selanjutnya jika pada pekerjaan sebelumnya belum pernah membidangi kerja-kerja yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

4. Memahami fungsi dan peran KPK dalam pemberantasan korupsi

Pemilihan bagian ini untuk menjadi salah satu indikator bagi Presiden bukan tanpa alasan, karena pada dasarnya tugas KPK tidak hanya terbatas pada satu isu saja.

5. Rekam jejak yang bersih

Tentu publik tidak berharap jika nama-nama yang ditandatangani Presiden dalam Kepres pembentukan pansel KPK sebelumnya pernah tersangkut kasus korupsi.

Tak hanya terbatas itu, bahkan pihak-pihak yang pernah menjadi ahli untuk membela pelaku korupsi dirasa tidak tepat untuk menjadi pansel Pimpinan KPK. Ini akan membuat kerja pansel tidak lagi objektif, karena sebelumnya punya intensi tersendiri pada upaya pemberantasan korupsi.

TAGS : Pansel KPK Kriteria Pansel




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :