Minggu, 25/08/2019 05:10 WIB

Iran Serukan Investigasi Penyerangan Kapal Minyak di UEA

Insiden itu berdampak negatif pada keamanan transportasi laut di kawasan itu.

Pelabuhan Fujairah (Foto: Teheran Time)

Abu Dhabi, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan penyelidikan penyerangan kapal-kapal di dekat pantai Fujairah pada Minggu (12/5). Kementerian itu juga meminta penyelidikan atas aspek-aspek masalah tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mengatakan, insiden itu berdampak negatif pada keamanan transportasi laut, dan meminta negara-negara kawasan untuk mewaspadai destabilisasi asing.

Dikutip dari Reuters, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan dua kapal tanker minyak Saudi yang menjadi korban sabotase minggu itu di lepas pantai Fujairah, bagian dari Uni Emirat Arab, mengancam keamanan pasokan minyak global.

"Tindakan tersebut dinilai sebagai upaya merusak keamanan pasokan minyak mentah global bagi konsumen di seluruh dunia," ujar Falih pada Senin (13/5).

Kapal yang diketahui milik perusahaan VLCC Amjad dan Al Marzoqah tidak menyebabkan korban atau tumpahan minyak, namun serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur kedua kapal.

"Komunitas internasional memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi keselamatan navigasi maritim dan keamanan kapal tanker minyak, untuk mengurangi dampak negatif dari insiden seperti itu di pasar energi dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap ekonomi global," imbuhnaya.

Insiden itu terjadi ketika Amerika Serikat (AS) memperingatkan kapal-kapal bahwa Iran atau kuasanya dapat menargetkan lalu lintas maritim di kawasan itu, dan ketika AS menyebarkan kapal induk dan pesawat pembom B-52 ke Teluk untuk menangkal ancaman dari Teheran.

Armada Kelima yang bermarkas di AS di Angkatan Laut Bahrain mengatakan pihaknya mengetahui laporan itu tetapi merujuk pertanyaan kepada pihak berwenang UEA.

Pemerintah Fujairah sebelumnya dalam sebuah twit membantah laporan media tentang ledakan di dalam pelabuhan dan mengatakan fasilitas itu beroperasi secara normal.

Pelabuhan Fujairah terletak sekitar 140 km dari Selat Hormuz, di mana sepertiga dari semua minyak di laut diperdagangkan.

Fasilitas ini menangani minyak untuk bunkering dan pengiriman, serta kargo umum dan curah. Daerah ini dipandang sebagai lokasi yang strategis, melayani rute pengiriman di Teluk, anak benua India, dan Afrika.

TAGS : Arab Saudi Kapal Minyak Iran Amerika Serikat




TERPOPULER :