Senin, 10/08/2020 06:22 WIB

Pakistan Bebaskan Pilot India, Khan: Kami Ingin Berdamai

Khan juga mengatakan sempat menghubungi rekannya dari India, Narendra Modi pada Rabu malam (27/2) namun tidak berhasil.

Foto yanng dirilis Hubungan Masyarakat Layanan Antar militer Pakistan menunjukkan Komandan Sayap Angkatan Udara India, Abhinandan Varthaman. (Foto: EFE/ISPR/EPA)

New Dehlhi, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan, pilot pesawat tempur India yang ditangkap dan kemudian diarak tentara Pakistan akan dibebaskan.

"Kami memiliki seorang pilot India. Sebagai isyarat perdamaian kami akan membebaskannya besok," kata Khan pada sidang bersama parlemen di ibukota, Islamabad, Kamis (28/2).

Khan juga mengatakan sempat menghubungi rekannya dari India, Narendra Modi pada Rabu malam (27/2) namun tidak berhasil.

Media India telah memberikan namanya sebagai Abhinandan Varthaman.

Sebelumnyapenduduk desa dan tentara Pakistan yang merekam penangkapan dan penahanannya itu menjadi viral di media sosial. Pilot tersebut diidentifikasi Islamabad sebagai Komandan Sayap India Abhinandan

Varthaman dan Angkatan Udara India (IAF) telah berada di jantung krisis antara India dan Pakistan setelah yang terakhir mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur India sebagai tanggapan atas pemboman yang diduga sebagai sasaran "teror" di Pakistan.

India mengatakan "tidak ada kesepakatan" pada pilot yang ditangkap, media lokal NDTV melaporkan pada hari Kamis, yang menghubungkan sumber-sumber pemerintah.

"Kami ingin dia kembali," kata sumber.

"Jika Pakistan berpikir bahwa mereka memiliki kartu untuk dinegosiasikan, mereka tidak harus menahannya," sambungnya.

Ketegangan meningkat sejak pemboman mobil bunuh diri oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Muhammad (JeM), di Kashmir yang dikelola India menewaskan sedikitnya 42 pasukan paramiliter India pada 14 Februari.

Konflik itu diperburu secara dramatis pada Selasa (26/2) ketika India meluncurkan serangan udara atas apa yang dikatakannya adalah pangkalan pelatihan JeM.

Dilansir dari Al Jazeera, Amerika Serikat (AS) dan China telah mengajukan banding untuk menahan diri.


TAGS : Konflik India Pakistan Jaish-e-Muhammad Asia Tengah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :