Sabtu, 23/03/2019 09:13 WIB

YOAI Kampanyekan Kanker Anak Dapat Disembuhkan

dalam acara tersebut YOAI ingin mendorong kepedulian masyarakat terhadap kanker anak, sekaligus menkampanyekan bahwa kanker anak dan remaja dapat disembuhkan. 

Pembina YOAI, Linda Gumelar bersama Prof Abdul Kadir Dirut RSK Dharmais serta para pengurus YOAI dalam kegiatan Fun Walk Cancer Ribbon Awareness di Jakarta, Minggu (17/02).

Jakarta, Jurnas.com - Dalam upaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kanker anak dan remaja pada masyarakat, Yayasan Onkologi Anak Indonesian(YOAI) berpartisipasi dalam acara fun walk Ribbon Cancer Awareness di Car Free Day, Bundaran HI Jakarta, Minggu (17/02).

Humas YOAI, Kartika Purwanto menyebutkan, dalam acara tersebut YOAI ingin mendorong kepedulian masyarakat terhadap kanker anak, sekaligus menkampanyekan bahwa kanker anak dan remaja dapat disembuhkan, bila diobati dan ditemukan lebih awal.

"Selain berpartisipasi dalam kegiatan cancer ribbon awareness, kami (YOAI) ingin menyuarakan bahwa kanker pada anak dapat diobati dan diupayakan sembuh bila ditemukan lebih dini,” tambah Kartika kepada Jurnas.com.

Hal senada juga dikatakan Cindy, anggota Cancer Buster Community Yayasan Onkologi Anak Indonesia (CBC YOAI). Perempuan yang pernah menderita dua kanker ganas, yakni kanker leukimia dan kanker getah bening itu menambahkan, YOAI juga selalu menyerukan pentingnya Mengenali jenis kanker dan melakukan pengobatan secara medis selain yakin kalau kanker dapat disembuhkan.

"Pengenalan penyakit kanker menjadi penting karena akan lebih mudah dilakukan pengobatan ketika faktor risiko dan gejala kanker sudah dikenali," tambah Cindy.

Dalam acara yang juga sebagai peringatan Hari Kanker Anak Sedunia setiap 15 Februari itu, ratusan pengurus, survivor kanker anak, orangtua, dan relawan muda YOAI memberikan dukungan untuk Gold Ribbon Awareness, dengan membentuk formasi pita emas, agar semakin banyak orang peduli dan mengenal kanker anak.

Sebelumnya, Ketua YOAI, Rahmi Adi Putra Tahir mengajak seluruh pengurus untuk ikut andil dia acara tersebut untuk menyuarakan kepedulian kepada masyarakat sekaligus mengenalkan tentang kanker anak yang disimbolkan dengan mengenakan formasi pita emas.

“Ayo datang beramai-ramai, bersama anak-anak dan keluarga pakai topi atau tutup kepala warna kuning keemasan. Kenalkan pada mereka tentang kanker dan kepedulian pada pasien dan survivor kanker anak dan remaja. Kita buat formasi pita emas sebagai simbol kanker anak di Bundaran HI,” ajak Rahmi.

TAGS : Penyakit Kanker Yayasan Onkologi Anak Indonesia




TERPOPULER :