Minggu, 05/04/2020 03:28 WIB

KPK kembali Garap Petinggi Lippo Group

KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap petinggi Lippo Group terkait suap perizinan Meikarta. Kali ini Support Service Project Management PT Lippo Cikarang, Eddy Triyanto yang diperiksa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap petinggi Lippo Group terkait suap perizinan Meikarta. Kali ini Support Service Project Management PT Lippo Cikarang, Eddy Triyanto yang diperiksa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Eddy akan diperiksa bakal diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN) yang merupakan sebagai tersangka kasus megaproyek milik Lippo Group tersebut.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMN (Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar)," kata Febri, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (12/11).

Selain Eddy, kata Febri, penyidik KPK juga turut memanggil satu PNS Dinas PUPR Kota Bekasi Dicky Cahyadi. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Belum diketahui jelas hal apa yang akan digali penyidik dari kedua saksi tersebut. Namun, diduga kuat keduanya diperiksa terkait sumber uang suap Meikarta yang menjerat sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Bekasi itu.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional -decoration:none;color:red;">Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :