Minggu, 08/12/2019 05:45 WIB

DPR: Zonasi Hilangkan Predikat Sekolah Favorit

DPR menilai sistem zonasi yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus didukung oleh semua pihak.

Ilustrasi Gedung DPR

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai sistem zonasi yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus didukung oleh semua pihak.

Pasalnya, sistem yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir itu merupakan upaya menghilangkan predikat sekolah favorit, yang selama ini dinilai sebagai penyebab dispartas kualitas pendidikan.

Zonasi itu terjemahannya tidak boleh ada stereotip favorit. Di Bandung misalnya, siswa yang ada di ujung utara tidak perlu lagi ke ujung selatan, hanya untuk masuk ke sekolah favorit,” kata Anggota Komisi X DPR Popong Otje Djundjunan saat dihubungi Jurnas.com pada Senin (24/9).

“Pada dasarnya, semua sekolah harus bagus. Tidak boleh predikat bagus hanya dimiliki sejumlah sekolah tertentu,” lanjutnya.

Menurut Popong alias Ceu Popong, saat ini tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk pemerataan pendidikan selain zonasi. Jika tak segera dilaksanakan, maka penumpukan siswa di sekolah-sekolah yang dinilai favorit, masih akan menjadi pemandangan rutin setiap tahun.

“Walhasil mereka yang kelebihan siswa, akan membangun gedung kelas lagi, dan begitu seterusnya. Sementara di sisi lain ada sekolah yang justru kekurangan siswa,” jelas legislator asal Partai Golkar tersebut.

Dan guna menjamin praktik zonasi berjalan lancar, Ceu Popong meminta Mendikbud Muhadjir Effendy melakukan pengawasan ketat. Pasalnya, masih banyak orang tua yang melakukan segala cara demi anaknya, agar masuk sekolah favorit.

Apalagi, tahun depan Kemdikbud akan mengubah sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), di mana siswa tidak perlu lagi mendaftar secara online untuk sekolah sekolah tujuan.

“Rumah saya dekat dengan SMA 2 Bandung, yang dianggap sebagai salah satu sekolah favorit di Bandung. Pada akhirnya banyak orang meminjam alamat saya agar anaknya bisa bersekolah di sini,” terang Ceu Popong.

“Yang seperti itu bukan hanya terjadi di Bandung, tapi juga Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Makanya, pemerintah harus menghilangkan predikat sekolah favorit,” tandasnya.

TAGS : Pendidikan Zonasi Kemdikbud DPR




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :