Selasa, 26/01/2021 16:08 WIB

Wartawan Tewas Ditembak Militer Israel

Selama seminggu terakhir, 31 orang telah tewas dalam bentrokan antara pasukan Israel dan demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Gaza dengan pasukan Israel menembaki kerumunan demonstran.

Warga Palestina memakai topeng lakukan aksi demonstrasi di perbatasan Gaza

Jakarta - Jumlah korban tewas dari unjukrasa pada Jumat di perbatasan Gaza meningkat menjadi sembilan Sabtu pagi ketika dua orang Palestina termasuk seorang wartawan yang ditembak oleh pasukan Israel tewas.

Sindikat Jurnalis Palestina `mengidentifikasi orang yang ditembak secara fatal melalui foto dan video sebagai Yasser Murtaja, seorang jurnalis berumur 31 tahun. Dia mengenakan rompi berlabel "PRESS," di bagian depan. Wartawan itu ditembak meskipun dengan jelas mengidentifikasi diri mereka sebagai media.

Menurut PJS, Murtaja bekerja untuk kantor berita yang berbasis di Gaza, Ain Media. "Dia baik, lembut, dan penuh perhatian, ingin menjadi jurnalis terbaik, karena tujuannya selalu untuk mendokumentasikan penderitaan rakyat Palestina," Rori Donaghy, konsultan Timur Tengah dan mantan editor berita Timur Tengah Eye, yang menghabiskan waktu bersama Murtaja di Gaza, mengatakan kepada Washington Post.

Murtaja tertembak di bagian bawah perut saat dia meliput demonstrasi di kota Gaza. Sebanyak 491 warga Palestina menderita luka tembak yang berdemonstrasi di perbatasan Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan: "IDF tidak berniat untuk menembak wartawan, dan keadaan di mana wartawan yang diduga terluka oleh tembakan IDF tidak diketahui dan sedang diselidiki."

Selama seminggu terakhir, 31 orang telah tewas dalam bentrokan antara pasukan Israel dan demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Gaza dengan pasukan Israel menembaki kerumunan demonstran.

Menurut kementerian kesehatan Palestina di Gaza, 1.296 orang Palestina juga terluka.

Meskipun mayoritas demonstran telah damai, pasukan Israel mengatakan mereka terpaksa menggunakan amunisi hidup karena Hamas, yang diidentifikasi sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat, menggunakan demonstrasi sebagai penutup untuk bahan peledak.

Kebanyakan orang ditembak di kaki dalam strategi militer yang jelas untuk membidik anggota tubuh bagian bawah. Demonstrasi dimulai pada 30 Maret, Hari Tanah Palestina, yang merupakan hari yang sama saat pasukan Israel membunuh enam orang Arab Israel selama protes tahun 1976 terhadap penyitaan tanah Arab.

TAGS : Gaza Wartawan Israel




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :