Kamis, 26/11/2020 21:52 WIB

KPK Selidiki Upaya Halangi Penyidikan di Kasus Novanto

Jika ada pihak yang berusaha menyembunyikan Novanto atau merekayasa kondisi, maka orang tersebut bisa dikenakan sanksi pidana.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah

Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang penyelidikan dugaan upaya merintangi penyidikan terkait kasus korupsi pengadaan e-KTP yang melibatkan Setya Novanto. Dugaan itu mengemuka sebelum Novanto ditangkap oleh lembaga antikorupsi. 

Sebelum akhirnya diamankan penyidik KPK, Novanto sempat mengalami kecelakaan tunggal di Kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada November 2017. Dimana mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik.

"Benar ada penyelidikan dugaan obstruction of justice di perkara e-KTP pada rentang waktu 16 November 2017," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/12/2017).‎

Dikatakan Febri, sebelum Novanto ditangkap, pihaknya telah mengirim surat kepada Kepala Polri untuk memasukan nama Ketua DPR RI nonaktif itu dalam daftar pencarian orang (DPO). Jika ada pihak yang berusaha menyembunyikan Novanto atau merekayasa kondisi, maka orang tersebut bisa dikenakan sanksi pidana.

Menurut Febri, ‎pihaknya mendalami kemungkinan adanya perbuatan pihak tertentu secara bersama-sama atau sendiri untuk menghalangi penanganan kasus e-KTP. ‎"Tentu akan kami cermati lebih jauh. Tapi kami tidak bisa bicara lebih jauh terutama mengenai aktornya siapa, karena ini masih dalam tahap penyelidikan," ujar Febri.‎

Setya Novanto diketahui mengalami kecelakaan di Kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan‎, setelah menghilang pasca didatangi petugas KPK di rumahnya pada Rabu 15 November 2017.

Pasca kecelakaan itu, Novanto sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Kemudian Novanto akhirnya ditangkap oleh petugas KPK dan dijebloskan ke jeruji besi.

TAGS : Setya Novanto menghalangi penyidikan KPK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :