Kamis, 15/11/2018 15:38 WIB

Badan Pengawas Mulai Bahas Polemik Iklan SKM

Dibandingkan produk yang lain, iklan susu sebelum beredar harus melalui perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ilustrasi susu kental manis

Jakarta - Polemik iklan susu kental manis (SKM) yang terus bergulir hingga hari ini turut menyita perhatian masyarakat periklanan. Susilo Dwihatmanto, Sekretaris Badan Pengawas Periklanan mengakui secara internal permasalahan iklan SKM sudah mulai di bahas, sebab susu merupakan produk  yang memiliki peraturan sangat ketat dalam beriklan. 

Dibandingkan produk yang lain, iklan susu sebelum beredar harus melalui perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Demikian juga dengan susu kental manis, sebelum tayang di televisi pasti harus mengantongi izin BPOM terlebih dahulu,” jelas Susilo.

Karena itu,  jika kemudian terdapat persoalan pada iklan susu kental manis, maka BPOM adalah pihak yang perlu melihat lagi produk yang diiklankan tersebut. “Selain BPOM, Kemenkes juga punya aturan tentang susu kental manis, sehingga regulasi dari kedua instansi ini yang dijadikan acuan dalam memproduksi iklan,” tandasnya.

Dihubungi secara terpisah, mantan Kepala BPOM Roy Sparinga menuturkan berdasarkan kategori, SKM memang termasuk ke dalam kelompok susu. Tidak hanya di Indonesia, namun juga secara global. Hanya saja, yang menjadi persoalan adalah kesalahan dalam pemanfaatan produk. 

“Sebenarnya tidak hanya susu kental manis. Tapi gula garam lemak yang secara umum juga menjadi concern Kemenkes. Seharusnya ini dapat menjadi ancang-ancang bagi industry untuk mereformula produk, sehingga nanti kentalnya itu bukan karena gula,” jelas Roy. Sebagaimana diketahui, konsumsi gula garam lemak berlebih disinyalir sebagai penyebab meningkatnya angka penyakit tidak menular. 

Sebelumnya, saat masih menjabat kepala BPOM, ia pernah memanggil para pelaku industry terkait gula garam lemak. “Kepada pelaku industry saya sampaikan agar mereformulasi produk pangan dengan mengurangi kadar gula garam lemak,” ujar Roy. Himbauan untuk reformulasi tersebut mengingat keprihatinan Menteri Kesehatan akan tingginya prevalensi penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gula garam lemak semakin tinggi.

TAGS : Susu kental manis BPOM iklan susu




TERPOPULER :