Sabtu, 31/10/2020 09:07 WIB

Viktor Laiskodat, Mulutmu Harimaumu

Mulutmu harimaumu, pribahasa itu kira-kira yang cocok untuk Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat saat ini.

Ketua DPP Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat

Jakarta - Mulutmu harimaumu, pribahasa itu kira-kira yang cocok untuk Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat saat ini. Sebab, Viktor harus berhadapan dengan hukum terkait ucapannya yang menyebut empat partai mendukung berdirinya khilafah di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pidato anak buah Surya Paloh terkait Perppu Ormas yang diterbitkan Presiden Jokowi itu justru mengandung provokasi dan memicu perpecahan.

"(Viktor) dia lah yang melakukan pemecah belah, dia lah yang melakukan adu domba," kata Fadli, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (8/8).

Hal itu menanggapi pernyataan Viktor dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang menyebut, ada empat partai pendukung terbentuknya khilafah di Indonesia. Empat partai tersebut yang menolak terbitnya Perppu tentang Ormas Radikal oleh Presiden Jokowi.

Jadi, kata Fadli, sikap yang ditunjukan Viktor dalam menyikapi Perppu Ormas tersebut tidak menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Mengingat, pernyataan Viktor mengandung ujaran kebencian.

Untuk itu, lanjut Fadli, tidak perlu ahli bahasa untuk menjerat Viktor dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Belum lagi yang berbicara tentang negara khilafah, ada bunuh-bunuhan di situ, seperti PKI dulu. Saya kira itu jelas ujaran-ujaran yang mengandung provokasi yang berbahaya dan memecah belah NKRI," tegasnya.

Diketahui, empat partai politik yang disebut mendukung berdirinya ideologi khilafah di Indonesia melaporkan Viktor ke aparat kepolisian dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Sebelumnya, Viktor menyebut, ada empat partai pendukung terbentuknya khilafah di Indonesia. Empat partai tersebut yang menolak terbitnya Perppu tentang Ormas Radikal oleh Presiden Jokowi.

"Dan celakanya partai-partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN," kata Viktor, dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

TAGS : Khilafah Ormas Radikal Politikus NasDem Perppu Ormas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :