Terowongan tersebut berada di bawah area terminal Bandara Internasional Yogyakarta. Tercatat sebagai terpanjang di Indonesia, yakni sepanjang 1.406 meter (1,4 km) menghubungkan Desa Glagah dan Desa Paliyan, Temon, Kulon Progo. Underpass ini juga memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.
Underpass Bulak Kapal mulai dibangun sejak tanggal kontrak 24 September 2020, dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender, hingga 17 Maret 2022.
Selain harus melintas di atas jalan layang (flyover), jalan tol, dan jalan bawah tanah (underpass) yang bertumpuk di perempatan Kuningan, ahli teknik sipil asal Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga harus memeras otak untuk memastikan kemiringannya.
Tembok sepanjang 20 meter yang berada di sebelah kiri terowongan atau underpass rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, persisnya di Jalan Perimeter Selatan roboh.