Barantan saksikan kontrak jual sarang burung walet ke Tiongkok
Saat ini ekspor SBW ke China mengacu pada protokol yang disepakati Indonesia dan China pada tahun 2012 lalu. Protokol tersebut terbilang masih sangat ketat.
Mentan SYL lepas ekspor sarang burung walet ke China senilai Rp 8 miliar
Persyaratan teknis ekspor untuk komoditas sarang burung walet (SBW) ke Amerika Serikat lebih mudah dibandingkan ke negara tujuan ekspor Asia, khususnya Cina atau Hongkong.
Indonesia hingga saat ini masih menjadi penghasil SBW terbesar di dunia dengan menguasai pangsa pasar sekitar 70%.
tahun lalu dari 1,1 ribu ton ekspor SBW, 23 persen atau 262 ton berhasil masuk Tiongkok, sisanya 77 persen ke 22 negara lain seperti Australia, Hongkong hingga Amerika Serikat (AS).
Sampai dengan tahun 2020 tercatat sebanyak 74 unit usaha SBW telah mengantongi Sertifikat NKV. Dengan rincian, 72 unit usaha pencucian SBW, 1 Gudang Kering tempat pengumpulan SBW dan 1 pengolahan SBW.
Perjuangan ekspor SBW ke Tiongkok cukup keras, dan relatif berbeda dengan negara lainnya.
SBW dapat hidup baik dengan ekosistem yang terjaga, mulai dari hutan, laut, dan sungai sebagai penghasil pakan walet alami.
Sebanyak 75,35 ton SBW dengan nilai ekonomi Rp753 miliar pada semester I 2020 atau meningkat kurang lebih 10 ton jika dibandingkan dengan jumlah pengiriman di periode yang sama di tahun 2019 yakni 65,37 ton saja.