Sotoudeh, yang mendekam di balik jeruji Evin Teheran sejak Juni lalu, dijatuhi hukuman 148 cambukan dan 33 tahun penjara pada Senin (11/3).
Iran menyebut tuduhan pelanggaran hak asasi manusia tersebut "tidak benar" dan "bermotif politik".
Kemenangan itu pun menjadi revans ganda putra Merah-Putih atas pasangan Denmark yang menempati peringkat tiga dunia itu