Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong Bank Indonesia (BI), khususnya perwakilan Jawa Timur, untuk menambah dukungan modal pelaku UMKM. Ini dilakukan untuk percepatan pemulihan ekonomi buntut pandemi virus Corona.
Agustinus Purna Irawan mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan gencarnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tengah menjamur saat ini, untuk meningkatkan peluang kesuksesan berwirausaha.
Surplus penyerapan ini sesuai dengan upaya Ditjen PKH yang terus melakukan stabilisasi perunggasan dengan mengimbau perusahaan pembibit menyerap livebrid di tingkat peternak UMKM.
Sementara sekarang ini, UMKM sudah langsung limbung begitu pandemi Covid-19 datang dan semakin terhuyung ketika Corona tak kunjung berhenti.
Kehadiran POJK 11/2020 tentang restrukturisasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku usaha, termasuk UMKM.
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sulit bangkit apabila pemerintah belum dapat mengatasi pandemi Covid-19.s
Kita memberikan bantuan ini khususnya yang terdampak Covid-19, UMKM, pertanian dan lain-lain.
Setidaknya ada tiga konsep yang menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat pangan lokal tersebut, yaitu mulai dari budidaya, pengolahan hingga aspek.
pelaku UMKM lokal dan binaan pondok pesantren bisa ikut menikmati pembangunan proyek nasional dan akhirnya, UMKM-UMKM itu bisa bersaing dengan pelaku usaha besar.
UMKM merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian negara Indonesia, yang menyumbang 60,34% dari total PDB nasional.