Tim pemenangan Donald Trump tampaknya sudah bersiap untuk melakukan serangan balik terhadap Partai Demokrat, menyusul pemakzulan presiden yang dilakukan partai oposisi tersebut di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS).
Presiden AS menuduh Nancy Pelosi, Ketua Dewan Demokratik mendorong upaya pemakzulan, dan rekan-rekan partainya melanggar sumpah jabatan mereka dan kesetiaan mereka pada Konstitusi AS.
Lantaran residunya sangat teras bahkan sampai ke akar rumput. Basarah pun sepakat jika pelaksaan pemilihan umum (pemilu) memang perlu dievaluasi.
Pelosi juga mengisyaratkan bahwa pemungutan suara resmi untuk melengserkan presiden ke-45 Amerika tersebut sudah pasti.
Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menginginkan agar BUMN dan pengusaha lokal tak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Namun juga bisa melakukan ekspansi perdagangan hingga ke kancah internasional.
Demokrat di DPR melakukan penyelidikan impeachment terhadap Trump pada September setelah seorang mengungkap dugaan Trump menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya Hunter.
Ekonomi Hong Kong telah jatuh ke dalam resesi (kemerosotan), salah satunya ketika pan-Demokrat mengeluarkan larangan topeng saat perayaan Halloween.
Anggota Demokrat asal California itu menjadi buah bibir menyusul foto-foto dan pesan teks antara dirinya dan staf kampanye, muncul di media sosial akhir-akhir ini.
Pernyataan ini sebagai serangan balik atas kampanye Trump di Facebook, yang mencitrakan calon presiden Demokrat tersebut telah melakukan pekerjaan korup.
Erdogan menyerukan kepada otoritas AS untuk menyerahkan Mazlum Abdi, komandan milisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang sudah dicari dengan daftar merah di Suriah.