Popularitas tidak lantas menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan calon pemimpin bangsa.
Partai Golkar masih konsisten dalam mengusung Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres di Pilpres 2024.
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto masuk dalam tiga besar Capres pilihan Musyawarah Rakyat (Musra) sukarelawan Presiden Jokowi.
Dulu Indonesia memiliki Soekarno seorang solidarity maker, sedangkan Hatta itu seorang administrator maker, nah saya melihat dalam teori tersebut ada pada sosok Ganjar dan Erick.
Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir menjadi yang tertinggi pada simulasi 20 nama calon wakil presiden dengan 15,1 %
Pemilih PDIP, Golkar, dan PPP mayoritas memilih Ganjar Pranowo.
Proyeksi pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto sangat ideal dan sudah pasti direstui PAN dan PPP yang tergabung dalam KIB.
Sebanyak 67,7 persen responden menyatakan sudah mantap memilih Ganjar Pranowo sebagai presiden.
Charta Politika Indonesia menggelar survei terkait dengan efek tingkat pengenalan terhadap elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024.
Empat Ketum partai yang menjadi king maker di Pilpres 2024 disebut-sebut akan menghadapi dilema karena berbagai kepentingan.