Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dinilai pantas mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Berikut alasannya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diyakini dapat mengatasi sejumlah problem rakyat yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjamin kesimpulan dan rekomendasi Pansus Angket DPR tidak akan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Subyek dan obyek rekomendasi Pansus Angket DPR adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga, kesimpulan dan rekomendasi angket tidak ada urusan dengan Presiden Jokowi.
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai penting bagi KPK untuk memeriksa mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.
Sebelumnya, ratusan pemuda di Kendal ini mendukung Joko Widodo berpasangan dengan Ketua Umum PKB Cak Imin.
Mukernas Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) menghasilkan rekomendasi terkait antisipasi dan arah baru politik Indonesia dalam menyamput Pilpres 2019.
Presiden Jokowi akan mengirim Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa yang mengeluarkan "Kartu Kuning ke Asmat, Papua.
Meski Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden (Cawapres) 2019, PKB belum mnentukan sikap.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengeluarkan "kartu merah" kepada Presiden Jokowi saat membuka pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional pertama Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI).