Rusia menargetkan peluncurkan dua sistem rudal darat baru sebelum 2021, sebagai respon atas keputusan Amerika Serikat (AS) keluar dari Pakta Kontrol Senjata Nuklir (INF)
Keputusan itu memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru yang menurut para analis dan politisi dapat mendorong dunia yang awalnya lebih jauh kini akan lebih dekat dengan perang nuklir.
Putin menegaskan, Rusia akan mulai bekerja untuk menciptakan rudal baru, termasuk jenis hipersonik.
Amerika Serikat (AS) menangguhkan kepatuhannya dengan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
Pertemuan itu dikabarkan akan digelar tepat pada saat Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un untuk membahas isu nuklir.
Haspel, mengatakan, Iran telah berkomitmen mematuhi JCPOA. Tapi kemungkinan para pemimpin Iran sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang akan mengurangi kepatuhan terhadap penjajian bersejarah itu.
China mengkonfirmasi akan menyelenggarakan pertemuan resmi kekuatan nuklir utama pada Rabu mendatang, sebuah diskusi pertama dalam dua tahun.
Pejabat energi Iran mengakui bahwa Teheran gagal memenuhi prasyarat penting dari perjanjian nuklir 2015.
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, berencana untuk membangun dua reaktor nuklir untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak untuk pembangkit listrik.
Insinyur Iran telah menguasai teknologi nuklir dan industri ini tidak tergantung pada negara lain.