Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kenal baik dengan auditor BPK Rochmadi Saptogiri yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Mereka ditahan usai menjalani pemeriksana intensif pasca ditetapkan sebagai tersangka hasil oprasi tangkap tangan (OTT).
Sejauh ini terungkap suap pejabat Kemendes PDTT kepada dua auditor BPK itu senilai Rp 240 juta. Rp 40 juta ditemukan saat Oprasi Tangkap Tangan (OTT).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel tiga ruangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Inspektur Jenderal Kemendes PDTT, Sugito yang dikabarkan ditangkap KPK adalah merupakan Ketua UPP Kemendes PDTT yang baru dibentuk.
Jika benar pejabat yang bersangkutan terbukti, Mendes siap membantu aparat demi kepentingan proses hukum.
Selain mengamankan pihak-pihak tersebut, tim KPK juga mengamankan uang yang diduga suap.
Selain mengamankan auditor utama BPK berinisial RS, tim Satgas KPK juga mengamankan dua orang lain asal BPK.
Nama pejabat dari Kemendesa disebut-sebut berinisial S. Di kalangan Kementerian Desa, pejabat itu sebagai Inspektorat Jenderal (Irjen).