Setiap 21 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Krida Pertanian atau HKP sebagai bentuk penghormatan kepada para penjaga ketahanan pangan
Setiap tanggal 21 Juni, Indonesia memperingati Hari Krida Pertanian (HKP), simak sejarah, makna hingga tujuan peringatannya
Kementerian Pertanian (Kementan) berharap sinergi yang dilakukan bersama Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), akan turut mendukung upaya pemerintah dalam memajukan pertanian nasional.
Sebagai kementerian yang memiliki HPL seluas 3.135.770,11 Ha, Kementrans oleh Kementerian Pertanian dijadikan mitra strategis untuk diajak kerja sama dalam mengembangkan produksi sapi perah dan pedaging.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk pekebun kelapa sawit, dapat dibiayai oleh APBN, ABPD, hingga Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPS).
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kenaikan harga beras di pasaran.
Surplus beras ini adalah bukti nyata bahwa kebijakan pertanian kita sudah mulai menunjukkan hasil positif. Ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Cara pandang kita dalam mengelola potensi sektor pertanian, harus segera diperbaharui. Sehingga, Asta Cita Presiden Prabowo di sektor ketahanan pangan, memang akan memberikan kemaslahatan bagi 29,34 juta petani (Data Sensus Pertanian 2023) yang ada di negara ini.
Kunci kemajuan Indonesia adalah desa karena banyak faktor termasuk 73 persen wilayahnya yang berada di desa. Beragam potensi desa mulai perikanan, peternakan, pertanian, hingga tambang diyakini Mendes Yandri sebagai peluang terwujudnya pembangunan Indonesia.
Dengan pendekatan NSA, program Nusatani memaksimalkan manfaat pertanian bagi kesehatan keluarga, ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi. Di Kabupaten Sumba Barat, program ini telah mendampingi 50 kelompok tani dan mencapai lebih dari 1.000 orang anggota masyarakat.