Selebrasi gol merupakan emosi spontan yang sejak awal jadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Namun sejarahnya tidak dimulai dari lapangan, melainkan diadopsi dari olahraga kriket.
Sederet penjaga gawang memiliki nilai pasar yang melonjak drastis, menyaingi para striker dan playmaker elit, yang biasanya diunggulkan sebagai pencetak gol.
Karier Emmanuel Adebayor di dunia sepak bola tidak hanya diwarnai gol-gol spektakuler, tetapi juga konflik emosional yang membekas dalam sejarah Premier League.
Piala Dunia tak pernah hanya sekadar pentas unjuk kebolehan teknik dan strategi. Turnamen empat tahunan ini menjadi panggung lahirnya rekor-rekor yang kadang membuat dahi mengernyit.
Rekor pertama ialah jumlah gol terbanyak dalam satu tahun kalender. Pada 2012 silam, bintang Barcelona kala itu, Lionel Messi, mencatatkan 91 gol dalam satu tahun kalender. Torehan itu tercipta bukan hanya di Barcelona, tetapi juga bersama tim nasional Argentina.
Pendukung Timnas Turki bersorak kegirangan ketika gol tercepat di Piala Dunia diukir oleh penyerang andalan, Hakan Sukur, dalam edisi 2002 silam
Berikut ini 10 gol injury time paling dramatis yang pernah terjadi.
Bek Tim Nasional Indonesia Kevin Diks cetak gol mengantar FC Copenhagen mengunci gelar juara Liga Denmark 2024/25 lewat kemenangan 3-0 atas Nordsjaellans di Stadion Parken, Kopenhagen
Beberapa pemain mencatat rasio gol per menit yang mengesankan, meskipun tidak selalu menjadi sorotan utama.
Gol pemain Aston Villa, Morgan Rogers, ke gawang MU dianulir wasit Bramall pada menit ke-73.