Maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini dikarenakan adanya kelompok Islamophobia atau ketakutan segala sesuatu tentang Islam di sekitar Presiden Jokowi.
Pilpres 2019 diharapkan menghasilkan seorang pemimpin yang memiliki cita-cita besar terhadap Indonesia seperti Soekarno. Sebab, Indonesia tidak bisa dipimpin oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan alias bodoh.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai paling mudah disusupi oleh kelompok-kelompok yang anti Islam. Dimana, kelompok tersebut ingin memecahbelah bangsa khususnya umat Islam.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang kerap malayangkan kritikan kepada pemerintahan Presiden Jokowi. Apa yang menjadi alasan Fahri suka mengkritisi pemerintahan Jokowi?
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif saat dikonfirmasi membenarkan adanya OTT di Lapas Sukamiskin. Kata Laode, Tim Satgas KPK dalam OTT menangkap enam orang.
Johannes ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih. Diduga Johannes memberikan uang Rp 4,8 miliar ke Eni.
Sofyan juga tak membantah pernah beberapa kali bertemu dengan tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah merasa miris melihat sikap Presiden Jokowi, yang tidak mengganggap penting keberadaan RUU Daerah Kepulauan yang telah diperjuangkan olehnya. Sebab sampai sekarang RUU tersebut tidak juga disahkan menjadi UU.
Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, giliran Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di RSPAD.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku, pemberian uang sebesar Rp 5 miliar kepada Lucky Hakim oleh Partai NasDem sudah terang benderang.