Korea Utara berada di bawah moratorium PBB untuk menguji segala jenis senjata nuklir sejak 2006, setelah negara itu melakukan uji coba senjata nuklir secara sepihak.
Iran mengatakan akan melanjutkan pengayaan uranium dan produksi air berat, meskipun Amerika Serikat menekan negara itu untuk mengakhirinya.
Korea Utara selama bertahun-tahun berada di bawah serangkaian sanksi keras yang dijatuhkan AS dan PBB untuk program-program rudal balistik nuklir dan balistiknya.
Utusan Iran untuk PBB telah mengecam upaya Amerika Serikat untuk menggambarkan program rudal konvensional Teheran sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 2231 Dewan Keamanan yang mendukung perjanjian nuklir 2015
Wakil presiden Iran mencatat bahwa Teheran akan mengekspor minyak sebanyak yang dianggap perlu dan meminta semua pejabat untuk datang dengan strategi
Amerika Serikat memasukkan daftar hitam Pengawal Revolusi elit Iran (IRGC) dan menuntut agar para pembeli minyak Iran
Israel belum mengumkan apakah akan menghadiri acara yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2019 itu.
Seorang diplomat Rusia menyatakan bersedia untuk melakukan negosiasi perjanjian nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS) dan China.
Rusia telah menyerukan Gedung Putih agar sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap Korea Utara dikurangi. Namun, AS menuduhnya berusaha membantu Pyongyang menghindari sanksi.
Peraturan baru memerlukan teknologi kontrol jarak jauh sehingga operator instalasi dapat mempertahankan pendinginan reaktor bahkan ketika pabrik dievakuasi