Belum diketahui apakah obat tersebut bekerja pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit parah.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyoroti kinerja Propam Polri dalam penanganan pandemi Covid-19 hingga perkembangan teknologi informasi di tubuh Polri.
Anggota Komisi IX DPR RI Saniatul Lativa meminta pemerintah meninjau ulang pembelajaran tatap muka (PTM) mengingat kasus varian Omicron meningkat.
Kami memahami betul, selama dua tahun terakhir, badai pandemi menghantam semua lini kehidupan masyarakat. Kemudian ada pergeseran aktivitas perekonomian akibat pandemi. Memasuki tahun 2022, kami melihat ada niat yang kuat dari Menteri BUMN menggarap sektor UMKM.
Jumlah total kasus baru, 37.754, jauh di bawah puncak tiga kali lipat jumlah awal bulan ini, meskipun empat negara bagian dan teritori lain belum melaporkan angka.
Merujuk informasi luar negeri, juga pemerintah sendiri bahwa dalam beberapa minggu kedepan akan terjadi lonjakan besar Omicron. Nah, sebagai langkah antisipasi, saya kira kita harus bersikap waspada. Apalagi, sudah ada dua pasien varian Omicron yang meninggal. Artinya sudah ada case fatality rate-nya.
Di masa pandemi seperti ini penting menjaga kondisi tubuh agar selalu prima dan sehat.
Setelah gelombang Omicron yang melanda Eropa saat ini mereda, akan ada beberapa minggu dan bulan kekebalan global, baik berkat vaksin atau karena orang memiliki kekebalan karena infeksi, dan juga menurunkan musim.
Kepatuhan anak-anak usia 11 tahun kebawah terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen, juga belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.