Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya pertempuran di Ethiopia, dan mendesak segera dilakukan pembicaraan gencatan senjata.
Laporan itu juga menolak anggapan bahwa COVID-19 berasal dari senjata biologis, dengan mengatakan para pendukung teori ini tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan dan telah dituduh menyebarkan disinformasi.
Uji senjata China tampaknya dirancang untuk menghindari pertahanan AS dalam dua cara
Uji coba itu dimaksudkan untuk memvalidasi beberapa aspek, salah satunya kendaraan luncur hipersonik Pentagon yang sedang berada dalam pengembangan.
Strategi yang bersifat rahasia ini, melampaui rencana pertahanan regional yang ada dan bertujuan untuk mempersiapkan serangan simultan di wilayah Baltik dan Laut Hitam, termasuk senjata nuklir, peretasan jaringan komputer, atau dari luar angkasa.
Peluncuran Korea Utara akan menjadi uji coba senjata terbaru oleh negara itu, yang telah maju terus dengan pengembangan militer dalam menghadapi sanksi internasional yang dikenakan atas program senjata nuklir dan misilnya.
Rudal hipersonik jauh lebih cepat dan lebih gesit daripada yang normal, yang berarti lebih sulit untuk dicegat. Kabar itu memicu kekhawatiran AS soal kemampuan nuklir China.
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai ada potensi untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam sejumlah masalah, mulai dari pengendalian senjata hingga energi.
Rencana tersebut telah membagi negara-negara di Asia Tenggara, dengan Indonesia dan Malaysia memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan perlombaan senjata di antara negara adidaya saingan di kawasan itu.
Mentan mengatakan, data dan informasi publik merupakan senjata utama pada sektor pertanian yang tidak boleh diakrobatik (dipermainkan) menjadi sebuah kebijakan yang menyesatkan. Sebab dari informasi yang terpublikasi nantinya akan melahirkan transparansi.