Acara tersebut digelar di depan Mabes Polri Jakarta, pada Kamis (10/5) malam.
Tito kemudian meminta agar jajarannya memberikan warning terlebih dahulu kepada para narapidana terorisme agar tak ada lagi korban jiwa.
Khusus penyanderaan, kata Tito, jajarannya telah memberikan ultimatum.
Tampak sejumlah polisi menyuapi para napiter yang sedang duduk di dalam sebuah bus, dengan kondisi tangan diborgol.
Beberapa organisasi teroris tersebut mengajak para anggotanya untuk memperbanyak serangan selama bulan Ramadhan.
Insiden ini diduga akibat dari over kapasitas narapidana dan tahanan yang ada di sana.
Sistem keamanan tak masimal lantaran kereadaan rutan itu awalnya diperuntukan buat oknum Polri yang hukum.
Wawan alias Abu Afif merupakan tersangka kasus Bom Pandawa.
Menurut Gus Yaqut, tindakan yang dilakukan para napiter sudah sangat brutal, usai membunuh lima orang aparat kepolisian secara sadis.
Aksi penguasaan yang dilakukan oleh napi teroris tersebut berada di tempat vital negara yang menurut undang-undang negara tidak diperbolehkan membuat kerusuhan