Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak dan mencam Iran untuk melakukan pertemuan karena pihaknya tidak bisa mengesampingkan konfrontasi militer.
Uni Eropa menolak ultimatum Iran, yaitu 60 hari untuk melindungi sektor minyak dan perbankannya dari sanksi Gedung Putih.
Tujuan Iran, terang Kamalvandi adalah mengajak Amerika Serikat (AS) kembali jadi anggota perjanjian nuklir Iran 2015.
Uni Eropa mendesak Iran untuk menghormati perjanjian nuklir.
Trump juga mengancam tindakan lebih lanjut kecuali Teheran secara fundamental mengubah perilakunya.
Rouhani mengatakan anggota pakta 2015 masih memiliki waktu 60 hari unthk menunaikan janji mereka dalam melindungi sektor minyak dan perbankan Iran dari sanksi Amerika Serikat (AS)
Iran telah menyampaikan rincian keputusan Iran kepada para duta besar dari lima negara, yakni Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia,
Korea Utara berada di bawah moratorium PBB untuk menguji segala jenis senjata nuklir sejak 2006, setelah negara itu melakukan uji coba senjata nuklir secara sepihak.
Iran mengatakan akan melanjutkan pengayaan uranium dan produksi air berat, meskipun Amerika Serikat menekan negara itu untuk mengakhirinya.