Nadiem Anwar Makarim akan melakukan realokasi anggaran ujian nasional tahun ini, untuk penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Totok Suprayitno memastikan ujian sekolah tetap digelar.
Padahal 2020 merupakan tahun terakhir pelaksanaan UN, sebelum diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter pada tahun depan.
Menurut dia pembuatan teknis maupun mekanisme ini sangat penting supaya tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Kebijakan ini dikeluarkan guna menekan penyebaran virus corona baru (Covid-19), yang hari ini (17/3) sudah meningkatkan menjadi 174 kasus di Indonesia.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona baru (Covid-19), sebagaimana keterangan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.
Sebagai gantinya, Mendikbud memerintahkan agar perguruan tinggi segera mengeluarkan kebijakan perkuliahan dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa.
Anwar mengingatkan, jajaran dam staf di Kemendes PDTT untuk tidak terlena dengan keberhasilan yang diperoleh saat ini, namun dijadikan momentum untuk bisa jalankan tantangan lima tahun ke depan
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil yang dicapai oleh organisasi dalam meningkatkan pembelajaran siswa.
Sejak dibentuk pada 2015 silam banyak pekerjaan negara yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Kemendes PDTT melalui Ditjen PDTu