pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi di negara tersebut.
Dikabarkan lebih dari 200 rumah, toko dan kendaraan telah dibakar dalam tiga hari akibat ketegangan antara umat muslim dan penganut Budha di negara tersebut
kematian seorang pemuda Budha setelah pertengkaran dengan sekelompok Muslim telah memicu kekerasan tersebut.
Dalam penelitian pada tahun 2004 oleh Dinas Rahasia AS hanya seperdelapan pelaku penembakan di sekolah yang secara teratur bermain video game kekerasan.
Video game yang menampilkan kekerasan, secara tidak langsung mempengaruhi alam bawah sadar anak untuk ikut melakukan kekerasan di dunia nyata.
demi mencegah penyebaran kekerasan berlanjut, Pemerintah Sri Langka memerintahkan agar jaringan media sosial diblokir di negara tersebut.
Beberapa nasionalis Buddha juga telah memprotes kehadiran pencari suaka Rohingya Muslim di Sri Lanka dari Myanmar
Parade Juang Perempuan Indonesia memperingati hari perempuan sedunia dengan gerak bersama.
Mira Febriyanti, salah satu focal point atau perwakilan perempuan PKNI di Jakarta mengatakan, tujuh tuntutan ini dibuat berdasarkan pengalaman perempuan korban Napza.
Pemerintah Sri Lanka sementara waktu memblokir media sosial, Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk menghindari penyebaran ujarankebencian di negara tersebut