Lebih dari 100 migran yang berasal dari Afrika dan Arab diduga tenggelam, setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik
Koordinator SAR Parapat Torang Hutahean yang menjadi perwira operasi pencarian mengatakan, kondisi itu bisa saja karena penumpang yang selamat takut untuk melapor.
Kepala Divisi Jasa Raharja Sumatera Utara M Evert Yulianto mengatakan untuk korban yang meninggal dunia, pihaknya telah memberikan santunan masing-masing sebesar Rp50 juta.
Pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan, sejak kapal dinyatakan tenggelam pada Senin
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6).
Satu penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) kembali ditemukan Badan SAR Nasional (Basarnas).
TNI dari Korp Marinir mengirim pasukan Tim SAR ke Danau Toba untuk membantu evakuasi pencarian korban hilang tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Berdasarkan laporan yang diperoleh Polri, hingga saat ini ada 94 penumpang kapal KM Sinar Bangun yang dinyatakan hilang di Danau Toba.
Keluarga korban memadati area Pelabuhan Tiga Ras Danau Toba melihat tim berputar-putar mencari korban.
Saat musibah terjadi sejumlah penumpang memilih untuk terjun ke danau.