Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Keempat sistem radar Sentinel dan baterai Patriot seharusnya mengamankan Arab Saudi utara. Saat ini, sebagian besar pertahanan udara rezim Riyadh lebih dekat ke perbatasan selatan dengan Yaman.
Perang rezim Riyadh yang berkelanjutan terhadap Yaman sangat memalukan bagi masyarakat internasional dan merupakan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Serangan Riyadh di Hudaydah terbaru merupakan pelanggaran gencatan senjata Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keputusan itu menyusul serangan drone besar-besaran Yaman pada infrastruktur minyak Riyadh.
Pejabat Saudi itu juga membeberkan rencana Riyadh untuk mengeluarkan tender untuk dua reaktor nuklir pertama kerajaan itu. Proses tender itu akan dilakukan tahun depan.
Serangan itu merupakan tanggapan terhadap agresi yang dipimpin Saudi terhadap Yaman, kata Yahya Saree, seraya mencatat bahwa Riyadh telah melakukan 52 serangan udara selama beberapa jam terakhir.
Sri mengaku telah ditelanjangi dan menjadi korban kekerasan sesama PMI di Kota Riyadh. Tidak hanya itu, harta benda perempuan asal Lombok Timur itu juga dirampas.
Ada kekhawatiran Riyadh menggunakan pendapatan dari ziarah digunakan untuk perang mematikan di Yaman.
Pemulihan hubungan Saudi-Irak meluas kembali ke 2015, ketika Riyadh membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad setelah istirahat seperempat abad.