Yang saya tangkap pidato Pak Jokowi tidak terlalu lugas. Materi pidatonya juga terlalu irit, bahkan masalah hukum pun yang disinggung hanya soal-soal normatif.
Hal itu disampaikan Jokowi saat pidato di Sidang Tahunan
Pidato tadi saya rasa baik sekali untuk mengingatkan gender perspektif untuk pemerintah ke depan juga selalu melibatkan perempuan harus ada her story, bukan his story.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR 2024.
Jokowi tak perlu meminta maaf terlalu panjang. Yang paling penting itu adalah bagaimana mengevaluasi untuk menjadi masukan kepemimpinan republik Indonesia yang berikutnya, agar apa yang telah dicapai dengan baik tentu diteruskan. Sementara yang tidak baik tentu dikoreksi.
PDIP menilai wajar atas permintaan maaf Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR/DPR/DPD 2024. Permintaan maaf seorang pemimpin apalagi presiden diakhir masa jabatan adalah menjadi hal yang lumrah.
Benar-benar mbak Puan adalah sosok negarawan kekinian. Pidatonya enggak bikin ngantuk, tapi sarat informasi dan sarat dengan harapan-harapan.
Izinkan saya juga menyerahkan semua harapan dan cita-cita masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dari pinggiran, dari daerah terluar, dari desa, dari pusat-pusat kota kepada Bapak.
Saya sangat menyadari bahwa sebagai pribadi yang jauh dari kata sempurna, sebagai insan yang tumbuh dalam segala keterbatasan, dan sebagai manusia yang jauh dari kata istimewa, sangat mungkin ada yang luput dari pandangan saya.