"Seharusnya suara Paslon nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin bisa tembus 60 persen. Tetapi hal itu tidak tercapai karena Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak memaksimalkan peran para relawan menjelang hari pencoblosan," ujar Benget.
Meski sudah unggul, namun Jokowi meminta kepada seluruh pendukungnya untuk tetap bersabar hingga perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum dikeluarkan.
Apa pun manuver yang dibuat Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno tak akan menggoyahkan pemilih tetap paslon 01 Jokowi-KH Ma`ruf Amin, yakni sebesar 57 persen.
Karnaval Indonesia Bersatu diyakini akan mendongkrak kemenangan Paslon 01 di wilayah Banten dengan perolehan suara minimal 60 persen.
Kiai Ma`ruf menyebut, warga Depok sudah pinter sehingga tak termakan segala jenis kabar bohong. Warga Depok pun akhirnya bisa berpikir jernih untuk memilih paslon 01.
Arya Fernandes mengatakan, tingkat elektabilitas paslon 01 sebesar 51,4 persen, sedangkan paslon nomor 02 sebesar 33,3 persen. Jadi selisih 18,1 persen.
Di DKI Jakarta dan Banten paslon 01 meraih elektabilitas 44,2%, sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 40,0% dan yang tidak menjawab sebesar 15,8%.
Persaingan antara paslon 01 dan 02 di wilayah Sumsel masih ketat. Apalagi selisih antara kedua paslon hanya 2,6 persen. Ini angka yang rawan karena berada dalam arsir margin error.
Kiai Ma`ruf pun mengungkan bahwa keterlaluan jika warga NU di Banten tidak mendukung paslon 01, karena cawapresnya merupakan kader NU kelahiran Banten.
Kampanye yang panjang menjadikan die-hard kedua Paslon 01 dan 02 mencapai kondisi maksimum.