Menurut Saut, Paulus kabur ke Singapura karena merasa tidak aman di Indonesia. Paulus memilih tinggal di Singapura sejak Maret 2012.
Pemberhentian itu merupakan buntut kaburnya ratusan narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk
Sementara 298 tahanan lainnya telah berhasil ditangkap kembali.
Sejumlah oknum petugas melakukan pemerasan terhadap warga binaan rutan tersebut.
Polisi awalnya mendapat informasi bahwa Miryam kabur ke Bandung. Setelah dicek ternyata, Miryam pergi ke Jakarta dari Bandung.
Kelompok berjumlah 40 sampai 50 orang bersenjata lengkap dan terlatih dengan baik memasuki gedung perusahaan swasta dan membawa kabur 40 juta dolar AS.
Keberadaan Napi kabur ini, sebenarnya sudah dicurigai masih berada di sekitar Lapas. Karena selalu mendapat laporan ada sarung dan korban Masjid hilang.
Sebelum kabur, dua napi tersebut masih terlihat melaksanakan shalat dhuhur di Masjid Lapas Batu.
Diperkirakan, setiap malam ada 500 orang Rohingya yang mencoba kabur ke Bangladesh.