Aksi ini menambah serentetan protes disertai kekerasan yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Phil Neville mendesak komunitas sepak bola untuk memboikot media sosial selama enam bulan, menyusul komentar berbau rasis yang bertebaran secara daring (online).
Pengguna telah menyerukan boikot terhadap merek, beberapa berbagi gambar atau klip video dari mereka sendiri yang membuang produk Dior Beauty.
Uang tersebut, lanjut Al Ghairani, akan digunakan oleh Arab Saudi untuk melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Yaman, Libya, Sudah, Tunisia, dan Aljazair.
Para pengunjuk rasa menggelar aksi protes di stasiun penyiaran nasional SVT untuk menegaskan bahwa Swedia tidak ikut serta dalam Eurovision Song Contest 2019
Venezuela diguncang protes sejak 10 Januari ketika Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua menyusul boikot pemilihan oposisi.
Arab Saudi, UEA, Bahrain dan anggota non-GCC Mesir memberlakukan boikot diplomatik dan ekonomi di Qatar sejak Juni 2017 atas tuduhan Doha mendukung terorisme.
Beberapa bank dan bisnis lainnya sudah diperintahkan tidak melakukan kesepakatan dengan perusahaan Qatar, karena UAE, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir boikot Qatar pada Juni 2017.
Diduga boikot itu melanggar Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (CERD), termasuk diskriminasi berdasarkan kebangsaan, perjanjian yang ditandatangani oleh UAE dan Qatar.
Banyak organisasi dalam daftar tersebut berafiliasi dengan gerakan boikot, divestasi dan sanksi atau BDS,