Pada Senin (31/9), Raja mengeluarkan dekret yang memerintahkan pemecatan Komandan Pasukan Gabungan Arab Saudi di Yaman, Letjen Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan Wakil Gubernur Jouf, Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki bin Abdul Aziz Al-Saud.
Operasi laparoskopi berlangsung di Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal di Riyadh di mana raja akan meluangkan waktu untuk menerima perawatan seperti yang disarankan oleh tim medis.
Raja Salman membuka sesi dengan berterima kasih dan memuji Tuhan atas kesehatan dan kesejahteraannya, setelah menjalani perawatan di rumah sakit di ibukota Riyadh, karena menderita radang kandung empedu.
Penguasa Arab Saudi, Raja Salman dikabarkan dalam kondisi stabil, setelah raja berusia 84 tahun itu dirawat
Raja Salman dirawat di rumah sakit King Faisal di ibu kota Riyadh, Senin (20/7). Raja yang berusia 91 tahun ini menderita peradangan kantung empedu.
Raja Salman menghabiskan 2,5 tahun sebagai pangeran mahkota dan wakil perdana menteri dari Juni 2012 sebelum menjadi raja. Ia juga menjabat sebagai gubernur wilayah Riyadh selama lebih dari 50 tahun.
Kerajaan mengeluarkan dekret pada akhir Februari yang memperkenalkan kementerian baru untuk olahraga, pariwisata dan investasi, setelah membebaskan beberapa pejabat tinggi dari tugas mereka.
Bukti tidak langsung menunjukkan bahwa kejahatan seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa kontribusi MBS.
Pemerintah Arab Saudi menjeruji besi sedikitnya selusin aktivis wanita terkemuka pada 2018 ketika rezim mencabut larangan terhadap wanita yang mengendarai mobil, sebuah langkah yang telah lama dikampanyekan sebagian besar tahanan.