Pimpinan DPR mempertanyakan kesiapan aparat kepolisian dalam menghadapi kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob. Sebab, akibat insiden tersebut, lima anggota polisi dan satu napi teroris tewas.
Komisi III DPR meminta aparat kepolisian mengungkap fakta kerusuhan oleh napi teroris yang terjadi di Rutan Mako Brimob. Insiden tersebut mengakibatkan lima anggota polisi dan satu orang napi tewas.
Acara tersebut digelar di depan Mabes Polri Jakarta, pada Kamis (10/5) malam.
Tampak sejumlah polisi menyuapi para napiter yang sedang duduk di dalam sebuah bus, dengan kondisi tangan diborgol.
Menurut Gus Yaqut, tindakan yang dilakukan para napiter sudah sangat brutal, usai membunuh lima orang aparat kepolisian secara sadis.
Aksi penguasaan yang dilakukan oleh napi teroris tersebut berada di tempat vital negara yang menurut undang-undang negara tidak diperbolehkan membuat kerusuhan
Aparat kepolisian berhasil membekuk napi teroris yang sebelumnya menguasai Rutan Mako Brimob selama kurang lebih dua hari. Napi teroris mendapat senjata api laras panjang dan sejumlah senjata tajam. Dari mana senjata tersebut?
Aparat kepolisian berhasil mengamankan napi teroris yang sebelumnya menguasai Rutan Mako Brimob selama kurang lebih dua hari. Sebanyak 155 tahanan terorisme menyerahkan diri.
Remisi diberikan lantaran para napi dinilai telah memenuhi persyaratan.