Salah satu bukti, adanya kerukunuan antar umat beragama diantara para pendiri bangsa terjadi pada proses penyusunan Pancasila, baik di BPUPKI, Panitia Sembilan maupun PPKI.
Pemuda dengan moderasi agamanya harus mempunyai kemampuan dan keberanian berdiskusi dan mengkomunikasikan moderasinya dengan cara yang baik, positif, dan solutif.
Rektor UMI Basri Modding, mengatakan moderasi beragama dan toleransi keberagaman sangat penting untuk membangun kebangsaan dan kemanusiaan. Sumpah Pemuda menjadi dasar bersama bagaimana moderasi beragama diterapkan oleh bangsa Indonesia.
Sjarifuddin Hasan, menjelaskan bahwa sila pertama Pancasila telah mewarnai kehidupan beragama di Indonesia.
Keduanya menekankan bahwa agama memiliki kekuatan unik untuk menyatukan individu mengingat bahwa sumber bersama mereka adalah rahmat dan kedamaian.
Di dalam konsep ini termuat seruan agar semua umat beragama, terutama umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia, bersikap toleran, menjunjung perdamaian, menghargai keberagaman, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
Menangkap pelakunya saja tidaklah cukup, melainkan harus diuraikan secara tuntas apa yang mendasari tindakan pelaku tersebut.
Ahmad Basarah mengajak semua pihak melihat pernyataan Pangkostrad itu secara positif, bahwa hal itu diungkapkan untuk memotivasi para prajurit yang menganut agama berbeda-beda.
Bamsoet juga mengajak berbagai pemeluk agama merawat kemajemukan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Gubernur Anies juga menjelaskan hal dasar keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut merupakan keputusan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).