Nilai-nilai agama moderat dan damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragama harus dijunjung tinggi
Moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi mendorong penguatan moderasi beragama di segala layanan keagamaan, termasuk pendidikan.
Terbitnya SKB Seragam ini, menurut Wamenag, mempertegas jaminan hak kebebasan beragama, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan di sekolah.
Tidak benar kalau ada yang menganggap, seolah olah agama Islam akan menjadi dasar negara Indonesia, meskipun mayoritas masyarakat beragama Islam.
Rohingya, kelompok minoritas yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, tidak diizinkan keluar dari pulau itu tanpa izin dari pemerintah.
Persatuan dan kerukunan antar umat beragama harus terus dirawat dalam berbagai aspek kehidupan. Dimana, seluruh pemuka agama agar terus menyuarakan pentingnya persatuan bagi seluruh umat beragama.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat beragama untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19.
Di kawasan ini terdapat lima tempat ibadah yang aktif menjalankan kegiatan peribadatan, sebagai simbol penegasan toleransi dan kerukunan umat beragama di Bali
Dari perspektif agama, lanjut Menag, kemajemukan adalah rahmat, kasih sayang dan kehendak Tuhan.