Negeri Tirai Bambu mendesak Washington untuk menghentikan penjualan senjata ke Taipei, sambil memperingatkan konsekuensi bagi negara-negara yang mencampuri urusan dalam negerinya.
Tentu kita bersyukur ya, tapi perlu diingat pencabutan status darurat bukan berarti ancaman Covid-19 sudah berakhir. Covid-19 masih bisa kembali. Bahkan, ke depan peyakit sejenis bisa muncul kapan saja. Jadi mari memikirkan langkah-langkah antisipasi agar kedepan kita lebih siap menghadapi penyakit menular seperti Covid-19.
WHO mengatakan bahwa mencabutnya adalah tanda kemajuan yang telah dibuat dunia di bidang-bidang ini, tetapi COVID-19 akan tetap ada, bahkan jika itu tidak lagi darurat.
Amerika Serikat (AS) telah lama mendesak China untuk membantu menyelesaikan perang di Ukraina meskipun Beijing telah menolak untuk mengecam tindakan militer Rusia sebagai invasi.
Beijing mendesak untuk menghindari langkah-langkah yang dapat menyebabkan lebih banyak eskalasi setelah klaim Rusia bahwa Ukraina mencoba membunuh Presiden Putin.
Sejumlah negara baru-baru ini mulai mencabut keadaan darurat domestiknya, seperti Amerika Serikat (AS).
Upaya Melindungi Diri dari Ancaman Covid-19 Harus Konsisten Karena Pandemi Belum Berakhir
China adalah sekutu utama dan pemasok senjata junta yang terisolasi secara internasional dan telah menolak mengutuk pengambilalihan militer.
Diplomat top Beijing berpendapat bahwa negara-negara berkembang, terutama di Afrika, harus terwakili dengan lebih baik di dalam tubuh.
Konferensi Tingkat Menteri ke-12 WTO tahun lalu sangat kami apresiasi karena mampu menghasilkan banyak kesepakatan penting. Seperti, Perjanjian Subsidi Perikanan tahap pertama, kesepakatan fleksibilitas hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi terkait vaksin COVID-19, dan mandat untuk mereformasi kelembagaan WTO. Namun, tentu masih banyak catatan yang perlu kami sampaikan untuk dicapai pada Konferensi ke-13 mendatang.