Mayoritas masyarakat menginginkan agar Presiden Jokowi diganti pada Pilpres 2019 mendatang. Hal itu sebagai warning atau peringatan bagi Jokowi dalam menghadapi Pilpres nanti.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendongkrak elektabilitas Presiden Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang.
Pasangan Jokowi-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang.
Empat bulan jelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres), sejumlah kandidat sudah mulai bermunculan untuk meramaikan Pilpres 2019 mendatang.
Sembilan Posko tersebut bagian dari 200 Posko yang didirikan di Jakarta Utara. Sedangkan seluruh Jakarta ditargetkan sedikitnya seribu Posko.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku lebih memilih untuk mendampingi Presiden Jokowi ketimbang Prabowo Subianto. Apa pertimbangannya?
Meski Partai Gerindra resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak ada rencana untuk merapat.
Partai NasDem mengapresiasi menuver politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait keputusan dukungan dalam Pilpres 2019.
Partai Demokrat mengaku telah mempersiapkan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Capres atau Cawapres untuk Pilpres 2019.
KH Hisyam Syafa`at mengklarifikasi berita media online yang mencatut namanya soal bantahan dukungannya terhadap pencawapresan Muhaimin Iskandar.