Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan untuk menyita bensin di atas empat kapal tanker Iran dengan tujuan Venezuela.
Jaksa penuntut Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk menyita bensin di atas empat kapal tanker yang dikirim Iran ke Venezuela.
Nakhoda kapal berinisial AS berikut tiga anak buah kapal (ABK) serta barang bukti sudah diamankan oleh petugas guna penyelidikan lebih lanjut.
Kedutaan Besar Iran di Caracas mengatakan, kargo makanan kapal akan memasok supermarket Iran pertama di negara bagian Amerika Selatan.
Amerika Serikat (AS), Arab Saudi dan sekutu mereka sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi bencana karena tidak mengizinkan Yaman menjual minyak mentah yang dimuat di kapal tanker itu.
Kapal-kapal penumpang kembali beroperasi dengan mengimplementasikan adaptasi kebiasaan baru dan tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan Covid 19.
Iran diam-diam membangun kapal induk palsu di lepas pantai selatan negara tersebut, yang diperkirakan untuk mengelabuhi musuhnya, Amerika Serikat (AS).
Modus yang digunakan adalah menitipkan burung kepada Anak Buah Kapal (ABK) dan burung diambil seseorang/pembeli di Pelabuhan Tanjung Perak, tempat dimana kapal Niki Sejahtera tersebut bersandar.
Konfrontasi terbaru antara musuh bebuyutan terjadi setelah AS menuduh Pengawal Revolusi Islam Iran melecehkan kapal-kapalnya di Teluk pada pertengahan April.
Hatami mengatakan, tindakan pelecehan kapal tanker yang dilakukan Paman Sam bertentangan dengan hukum internasional dan membahayakan keamanan global.