Pasukan Brimob mengepung massa aksi yang menyuarakan protes di depan gedung Mako Brimob, Kwitang, Jakarta pusat dari dua arah. Hal ini menyebabkan para demonstran terpecah.
Massa bersikeras merobohkan pagar besi tebal setinggi lima meter meskipun diguyur hujan deras sejak pukul 6 sore.
Kawasan DKI Jakarta dilanda hujan deras sejak Jumat (29/8) malam. Namun, fenomena alam ini tidak menyurutkan para demonstran menghentikan aksinya di depan kantor Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
Hal ini menjadi salah satu poin dari pernyataan sikap yang dibuat lebih dari 20 organisasi sipil dalam Koalisi Masyarakat Sipil
ICW menilai kendaraan taktis (rantis) yang dibeli dari uang rakyat itu justru dipakai untuk menyakiti masyarakat.
KontraS menilai kekerasan aparat saat berhadapan dengan massa bukan sekadar peristiwa insidental, melainkan mencerminkan pola pembiaran oleh negara.
Salah seorang massa aksi yang melakukan unjuk rasa di depan gedung Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) tidak sadarkan diri, usai menghirup gas air mata yang ditembak oleh polisi.
Massa aksi dari kalagan mahasiswa mulai berdatangan ke Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Pada Jumat (29/8) pukul 15.00 WIB, tampak ratusan mahasiswa dari berbagai aliansi turut merapat.
Situasi aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) semakin memanas. Massa aksi yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan warga terus memadati lokasi.