Arief mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Bulog melalui Bapanas untuk memastikan penyerapan beras sebesar 2,4 juta ton sampai dengan akhir tahun 2023.
Kepala Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan impor beras guna menjaga stok beras nasional
Tambahan bantuan pangan beras tersebut sesuai hasil keputusan rapat terbatas (Ratas) tentang Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Produk Pangan tanggal 10 Juli 2023.
Kegiatan GPM serentak ditujukan untuk masyarakat khususnya yang berada di sekitar provinsi dan kabupaten/kota pelaksana agar bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok berkualitas.
Penyediaan komoditas pangan tersebut akan dilayani oleh tujuh Kantor Cabang Perum Bulog yang dikoordinasikan oleh Bulog Kanwil Jawa Barat.
Bulog telah menyerap sebanyak 500 ribu ton beras petani dari seluruh Indonesia dengan melibatkan kelompok tani/gapoktan, penggilingan dan berbagai stakeholder lainnya.
Kapal mengangkut muatan seberat 120 Ton beras atau setara dengan 6 TEUs (Twenty-Foot Equivalent Units) tujuan Labuan Bajo, Ende 200 Ton atau 10 TEUs, Larantuka 280 Ton atau 14 TEUs, dan Waingapu sebanyak 400 Ton atau 20 TEUs.
Penyaluran bantuan pangan beras untuk 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 38 Provinsi yang dilakukan Perum Bulog sampai saat ini.
Kata Bulog Beras Impor dari Vietnam dan Thailand Banjiri Indonesia
Tahap Kedua di bulan Mei 2023 realisasi penyaluran baru mencapai 6 persen.