Sanski tersebut menyasar delapan individu dan lima entitas, yang diduga mendanai pemerintah Belarusia.
Pertemuan itu terjadi dua hari setelah Moskow memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap tetangga dan sekutu setianya akan dianggap sebagai serangan terhadap Rusia.
Pendukung Kyiv Barat tidak akan melancarkan serangan tanpa superioritas udara, tetapi Ukraina masih menunggu pesawat tempur F-16 yang dijanjikan olehnyu sekutu.
Ukraina selama berbulan-bulan melakukan serangan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, menggunakan tank, mobil lapis baja, dan artileri yang disumbangkan oleh sekutu Baratnya.
Lonjakan pasokan Rusia terjadi menjelang pertemuan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu mereka termasuk Rusia pada 4 Juni.
Ukraina telah mengkampanyekan sekutu Baratnya untuk menyediakan jet tempur, khususnya F-16 buatan AS yang diterbangkan oleh beberapa negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Jepang telah bergabung dengan sekutu Barat dalam memberikan sanksi kepada Moskow atas invasinya ke Ukraina, dan telah memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.
China adalah sekutu utama dan pemasok senjata junta yang terisolasi secara internasional dan telah menolak mengutuk pengambilalihan militer.
Komentar tersebut menyusul pertemuan terakhir Biden dengan mitranya dari Korea Selatan, Yoon Suk-yeol di ibu kota AS pekan ini, di mana dia berjanji untuk meningkatkan kerja sama nuklir antara kedua sekutu tersebut.
Sekutu Ukraina juga telah mengirimkan amunisi dalam jumlah besar dan beberapa negara mitra NATO, seperti Swedia dan Australia, juga telah menyediakan kendaraan lapis baja.