Khamenei mengatakan Amerika Serikat gagal menjamin bahwa negara itu tidak akan pernah meninggalkan pakta itu lagi.
Pemimpin tertinggi pada bulan Januari melarang penggunaan vaksin buatan Amerika Serikat (AS) dan Inggris, terutama yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna, dengan alasan tidak dapat dipercaya.
Raisi, ulama Syiah berusia 60 tahun yang dikenai sanksi AS atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, diperkirakan bakal memenangkan kontes, berkat dukungan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Di antara 585 calon lainnya yang didiskualifikasi oleh dewan adalah penasihat pemimpin tertinggi dan mantan ketua parlemen Ali Larijani dan Wakil Presiden Pertama reformis saat ini Eshaq Jahangiri.
Sejak awal Ramadan, militer Israel dan pemukim ilegal telah melancarkan tindakan keras brutal terhadap warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat
Ayatollah Khamenei mengatakan pada Rabu (14/4) bahwa telah memerintahkan diplomat Iran untuk melanjutkan negosiasi, tetapi memperingatkan, pembicaraan tidak boleh berlarut-larut.
Pemerintah Joe Biden mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya siap untuk berbicara dengan Iran tentang kedua negara yang kembali ke perjanjian yang ditinggalkan oleh mantan presiden Donald Trump.
AS, sebagai pihak yang telah menarik diri dari kesepakatan, pertama-tama harus mencabut sanksinya untuk mendapatkan kepercayaan Iran sebelum bergabung kembali dengan perjanjian tersebut.
Washington akan mengikuti dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk perjanjian yang lebih luas untuk membatasi pengembangan rudal Iran dan kegiatan regional.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi Iran, melarang pemerintah mengimpor vaksin dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.