Iran mengatakan memiliki rudal dengan jangkauan hingga 2.000 km, yang mampu menjangkau pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) di wilayah itu.
Dalam gambar yang dirilis oleh DigitalGlobe yang berbasis di Colorado, tampak sebuah roket di Imam Khomaeni Space Center pada Selasa lalu.
Rusia menargetkan peluncurkan dua sistem rudal darat baru sebelum 2021, sebagai respon atas keputusan Amerika Serikat (AS) keluar dari Pakta Kontrol Senjata Nuklir (INF)
Pyongyang menggunakan fasilitas sipil, termasuk bandara, untuk perakitan rudal balistik dan pengujian dengan tujuan untuk mengkelabui publik.
Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran tentang perkembangan pengujian rudal balistik dan perilakunya di wilayah yang lebih luas.
Peluru anti kendali itu adalah bagian dari kelompok rudal jelajah Soumar, yang pertama kali diluncurkan pada 2015 dengan jangkauan 700 km, menurut menteri.
Putin menegaskan, Rusia akan mulai bekerja untuk menciptakan rudal baru, termasuk jenis hipersonik.
Peluncuran tersebut menandai peringatan 40 tahun Revolusi Islam 1979, masa di mana Iran resmi menjadi Republik Islam lewat referendum nasional.
Jepang akan menempatkan dua sistem pertahanan rudal Aegis Ashore di prefektur Akita dan Yamaguchi untuk melawan ancaman rudal Korea Utara.
Menteri Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Iran menyebutkan bahwa negara timur Iran akan terus berupaya mengembangkan teknologi misil dan satelitnya, meskipun peringatan dari barat dihentikan Selasa (29/01).