Dampak pandemi Covid-19 hingga kini terus membuat kelumpuhan ekonomi di seluruh negara di belahan dunia. Selain angka pengangguran kian bertambah, Indonesia juga mengalami pertumbuhan ekonomi anjlok menjadi 5,32 persen.
Agar ekonomi di kuartal III-2020 tidak kontraksi, pemerintah berupaya menggenjot konsumsi dan investasi berada di zona netral
Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,82% (Yoy) atau mencapai Rp 976,6 triliun
Wakil Ketua BURT DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan masih banyak kekurangan yang harus dicapai oleh pemerintah, terutama dalam sektor pendapatan negara maupun pertumbuhan ekonomi.
Presiden Joko Widodo mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu, Fadel berpendapat kinerja para menteri harus ditingkatkan.
Wabah pandemi Covid-19 turut memukul kinerja perekonomian nasional pada kuartal II-2020. BPS mencatat angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 sebesar minus 5,32 persen (yoy) atau minus 4,19 persen (qtq).
Dalam meningkatkan hasil pertumbuhan dan pembangunan, Bank Dunia terus meningkatkan fokusnya pada program negara
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara meminta Pemerintah mengambil langkah taktis dan strategis untuk merespon pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 yang minus 5,32 persen .
Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah diprediksi banyak pihak imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19
Di tengah dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19, Bank OCBC NISP catat pertumbuhan laba sebelum pajak 3% YoY pada Semester I 2020