Belakangan ini kondisi Bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan kebangsaan, dimana gerakan separatisme, radikalisme,dan terorisme masih menjadi ancaman bersama.
Israel tidak lagi dipandang sebagai ancaman berkat kekuatan pencegahan Iran yang semakin canggih.
Tingginya aktifitas dunia maya ini nyatanya menimbulkan ekses negatif dalam kehidupan beragama di Indonesia.
Konflik Israel-Palestina, ancaman Iran, hingga kepergian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) akan menjadi topik pembicaraan hari ketiga Sidang Umum PBB, pada Kamis (26/9).
Ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya itu, menurut Guterres memengaruhi setiap negara, dengan memperburuk konflik dan mengganggu stabilitas seluruh kawasan.
Perang rezim Riyadh yang berkelanjutan terhadap Yaman sangat memalukan bagi masyarakat internasional dan merupakan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Perkembangan jaman yang kian modern mendorong peningkatan potensi ancaman kontemporer bagi bangsa Indonesia, salah satunya semakin tergerusnya nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan patriotisme.
Warga Kashmir menghadapi ancaman besar terhadap kehidupan mereka oleh pasukan India yang beroperasi di wilayah tersebut.
Tindakan Zionis itu merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan global.